tips merawat boneka

tips merawat boneka

KAMAR anak tanpa boneka, mungkin terasa hambar, terlebih pada kamar anak perempuan. Anak biasanya memiliki satu atau lebih boneka kesayangan. Tak jarang ke mana pun ia pergi, si boneka kesayangan ini selalu dibawa. Akibatnya, berbagai kotoran, debu, bahkan noda tetesan makanan bisa menempel di tubuh boneka.
Berbagai kotoran tersebut, jika dibiarkan dalam waktu lama, tentu akan membahayakan kesehatan anak. Untuk menghindarinya, luangkanlah waktu untuk membersihkan dan merawat boneka-boneka itu.
Cara praktis membersihkannya adalah dengan mencucinya menggunakan mesin cuci. Namun, tidak semua boneka bisa dan perlu dicuci dengan mesin cuci. Jika tidak berhati-hati, bisa-bisa Anda justru merusak boneka itu. Agar Anda bisa mencuci tanpa khawatir akan merusaknya, berikut tipsnya.
Read the rest of this entry »

Video Forever Friends


Tips Memilih Boneka

Khusus buat cowok-cowok (yang notabene nggak pernah main boneka) yang mau menghadiahkan boneka buat pacar or some special kamu. Ini ada sedikit tips buat kamu :

  1. Cari Boneka yang mempunyai wajah yang imut (Walaupun ada juga tuh cewek yang suka dengan boneka yang berwajah garang)
  2. Boneka jangan terlalu besar & jangan terlalu kecil. Pokoknya ukurannya enak buat dipeluk dipangkuan (Kalau kegedean nggak enak kan)
  3. Pilih boneka yang mempunyai bulu yang halus (kecuali mau beli boneka yang nggak ada bulunya alias gundul)
  4. Perhatikan isi boneka bagian dalam. Karena boneka yang bagus biasanya bagian dalamnya diisi sejenis dakron sintetis, sedangkan yang jelek biasanya diisi kain perca baik seluruhnya maupun sebagian (disisip-sisipkan)
  5. Pilih karakter boneka yang mewakili kamu (kalau mau yang standart pilih aja Bear atau karakter Disney but remember “something special for someone special”)

Semoga bisa membantu 🙂


Perkembangan Boneka

ini halaman pertama

Masa 3000-2000 SM
Pada zaman ini, boneka umumnya terbuat dari tanah liat, tulang, maupun patahan kayu, ataupun potongan kain. Bentuknya masih sangat sederhana dan memiliki fungsi ritual. Contohnya di Yunani dan Romawi Kuno. Setiap anak perempuan harus memiliki boneka, kemudian membuatkan bajunya, dan wajib menyimpannya sampai menjelang pernikahan. Saat menjelang pernikahan, boneka itu wajib diletakkan di altar Artemis (untuk orang Yunani) ataupun altar Diana (untuk orang Romawi) untuk upacara keagamaan. Di Mesir kuno, boneka digunakan sebagai pengganti kurban manusia.

Masa 600 SM
Pada zaman ini mulai ada boneka yang bajunya bisa diganti, dan kaki serta tangannya bisa digerakkan. Fungsi boneka masih sama seperti pada zaman sebelumnya, yakni untuk upacara ritual. Boneka merupakan gambaran humanis.

Masa Abad ke-5
Inilah abad pertengahan. bahan boneka mulai ada yang dari kayu. Fungsi ritual boneka masih terasa pada zaman ini. Seperti di Meksiko, bonekanya banyak yang berwujud keluarga suci dan digunakan untuk perayaan Natal. Bagi suku Indian Hopi, boneka menjadi bagian dalam upacara kesuburan (memohon supaya diberikan kesuburan atau kemakmuran).

Abad ke-14
Boneka modern mulai muncul di Eropa. Bentuknya sangat berbeda dengan boneka yang ada sebelumnya. Wajahnya cantik dan halus seperti manusia, serta berdada. Pada zaman ini boneka tidak lagi bersifat ritual, tetapi untuk mode. Untuk itu, boneka menggunakan baju atau gaun dan rambut yang benar benar mirip dengan mode pada zaman itu. Tak jarang para bangsawan menggunakan boneka untuk memamerkan sekaligus mempopulerkan boneka di negara mereka (maklum pada masa itu majalah mode belum ada). Ini seperti yang dilakukan ratu Perancis, Isabeau dari Bavaria, dihadapan ratu Inggris. Kenyataannya berkat boneka, mode Perancis bisa menjadi lebih populer di luar negeri.

Read the rest of this entry »


Sejarah Boneka

Boneka berasal dari istilah Portugis “boneca” memang mainan menarik, apakah barbie atau dakocan. Boneka di awal masa peradaban dulu berbeda fungsi dengan boneka zaman sekarang. Saat itu boneka lebih berfungsi religius. Beberapa yang di temukan di wilayah Prancis hingga selatan wilayah Uni soviet (dulu) diduga asalnya dari periode terakhir Paleotikum (+/- 40.000 SM). Karena wujudnya perempuan, di duga mereka reprentasi dewi kesuburan.Boneka patung itu di kenal dengan nama Venus. Yang terkenal Venus Willendorf, ditemukan di Willendorf, Jerman.
Banyak boneka antik digali dari kuburan, seperti boneka tanah liat bakar di pekuburan Mesir. Ada kepercayaan, boneka itu akan melayani roh si mati di akhirat nanti. Di Mesir di temukan pula jenis yang masih amat sederhana. Boneka dari masa 3000-2000 SM itu hanya berupa selempeng papan berbentuk seperti alas sandal jepit dengan permukaan di cat pola geometris. Barangkali karena bentuknya demikian itu ada yang menyebutnya boneka pedal.
Namun agaknya boneka sejak dulu sudah menarik perhatian banyak anak. Di lingkungan suku Indian Hopi misalnya. Meski berfungsi religius, boneka kachina mereka kadang di berika pada anak-anak untuk mainan. Boneka juga kadang ditemukan di kubur anak-anak Mesir. Boneka di kuburan Yunani dan Romawi dari tahun 300-200 SM malah memiliki engsel, sehingga tangan –kakinya bisa digerakkan. Tidak di ketahui apakah mereka berfungsi sebagai benda religius atau cuma mainan.
Gadis-gadis Yunani menjelang menikah meninggalkan bonekanya di altar Artemis, Dewi Kesuburan, untuk menunjukkan mereka telah membuang kebiasaan kekanak-kanakan.Gadis Syria yang siap menikah menggantung boneka di jendela rumah. Di Afrika Selatan, antara Mfengu dan negara bagian Orange Free, calon pengantin mendapat boneka yang harus di simpan agar cepat punya anak. Setelah anak pertama lahir, ia menerima boneka lagi untuk “memancing” anak kedua.
Namun di abad pertengahan (400-1500), sedikit sekali catatan mengenai boneka yang di tenukan. Hanyalah boneka kain di pekuburan Koptik di Akhmim, Mesir, dari tahun 500-600-an.
Dulu boneka untuk orang dewasa dan anak-anak sama bentuk dan dandanannya. Ini karena kala itu anak-anak masih di anggap sekedar miniatur orang dewasa. Ia diharapkan sudah bersikap dewasa. Baru pada tahun 1700-an, boneka khusus untuk mainan anak-anak muncul. Belakangan, muncul pula boneka bayi yang “lahir” tahun 1850.
Kemajuan mekanis yang membuat boneka semakin hidup di awali oleh temuan –temuan abad XIX. Mata merem dengan bantuan kawat di temukan tahun 1810>boneka bisa mengucap”mama-papa” di tahun 1830. Bahkan di tahun 1889 Thomas A. Edison membuat boneka yang bisa “bernyanyi” karena di lengkapi gramafon mini. Tahun 1862, boneka mulai bisa “berjalan”, meski terus disempurnakan hingga tahun 1950-an. Bahannya pun beragam, mulai dari kayu, porselin, lilin, kertas, hingga muncul boneka plastik tahun 1940-an.
Kalau kita ingin meniti kembali perjalanan boneka, di museum bonekalah tempatnya. Disana di pamerkan berbagai jenis boneka yang pernah ada di muka bumi. Yang terkenal antara lain Bethnal Green Museum di London dan Musee Carnavalet di Paris. Dan juga museum Nasional Jerman di Nurnberg dan museum Mainan Jerman di Sonneberg. Kedua kota memang punya sejarah sebagi pusat pembuat boneka.


visi dan misi kami

di sini kami menjual berbagai macam boneka yang so pasti unyu-unyu dengan kualitas bulu yang terjamin dan untuk masalah harganya pun terjangkau oleh semua kalangan. silahkan anda melihat katalog macam boneka kami.